Beberapa Pecahan Itu
Pecahan I Secangkir vietnam drip kini hambar Airnya berlebih atau biji hitam terlampau irit seperti kegagalan satu perbincangan menemu takar yang tepat. Aku pernah bercerita kepadamu Riwayat lidahku kadang gemar menyesap kopi yang kelewat manis susu Sebelum menjelma pahit cuma kerut kata-kataku, sekadar maaf atau ucap terima kasih atau memintamu kembali. Sekali lagi lidahku beku dan jemari Gemetar mengangkat cangkir sendiri Usai kamu memutuskan berhenti Sebelum habiskan sisa dingin kopi kemudian beranjak dari meja kita, menyisakan punggungmu mengabur dan pelan-pelan hilang di tengah Oktober yang tiba-tiba hujan begitu deras. Kehilangan--trauma masa lalu yang kini menjenguk kembali--meski telah dipersiapkan matang-matang Tapi kesakitan mengoyak tak peduli. Pecahan II I Kukira makanan apapun terasa sedap Jika disajikan dengan bumbu yang tepat Atau diolah oleh koki yang mahir menggunakan pisau dan spatula. Kau tahu aku begitu mengagumi mi ayam Sedang kita selal...